Reshuffle Kabinet Merah Putih: Sri Mulyani Dicopot, Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menteri Keuangan
Pada Senin, 8 September 2025, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan reshuffle Kabinet Merah Putih. Kejutan terbesar jatuh pada jabatan Menteri Keuangan, di mana Sri Mulyani Indrawati dicopot dan digantikan oleh Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa2. Langkah ini memicu gelombang spekulasi politik dan ekonomi, karena nama Sri Mulyani selama puluhan tahun identik dengan reformasi fiskal dan kredibilitas Indonesia di kancah internasional.
Jejak Karier “Andalan Tiga Presiden” digantikan Purbaya Yudhi
Sri Mulyani memulai kariernya sebagai ekonom di Universitas Indonesia dan kemudian dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional pada 2004. Setahun berselang, ia menduduki posisi Menteri Keuangan, menggantikan Jusuf Anwar. Setelah sempat menjadi Direktur Pelaksana dan Chief Operating Officer Bank Dunia pada 2010–2016, Sri Mulyani kembali ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2016 dan dilantik lagi oleh Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024. Keberlanjutan kariernya selama tiga rezim menunjukkan reputasi global yang kuat.
Pencapaian dan Reformasi Fiskal Purbaya Yudhi

Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Keuangan mencatat sejumlah prestasi: stabilisasi ekonomi makro, disiplin anggaran, dan tax amnesty yang realisasinya melampaui target Bank Indonesia. Sri Mulyani juga sukses menagih pajak perusahaan teknologi global seperti Google dan Facebook, serta mengelola utang luar negeri dengan hati-hati hingga mendapat kepercayaan investor internasional. Penghargaan bergengsi, seperti Best Finance Minister East Asia Pacific dan Best Minister in the World, mengukuhkan posisinya sebagai menteri keuangan berpengaruh.
Keterlibatan di Bank Dunia dan Pemberdayaan Gender
Karier internasional Sri Mulyani mencapai puncak ketika ia memimpin operasi Bank Dunia di berbagai kawasan, termasuk Asia Timur dan Pasifik, dan bertanggung jawab atas dana International Development Association (IDA). Selain itu, ia memimpin Dewan Penasihat Bank Dunia untuk Gender dan Pembangunan, menandai kiprahnya dalam memperjuangkan kesetaraan gender di kancah global. Rekam jejak inilah yang membuat langkah pencopotannya menjadi peristiwa luar biasa dalam politik ekonomi Indonesia. Bagaimana Purbaya Yudhi menangani ini?
Dorongan Reshuffle: Protes, Kerusuhan, dan Prerogatif Presiden
Pencopotan Sri Mulyani dipandang sebagai bagian dari upaya Presiden Prabowo merespons demonstrasi besar akhir Agustus 2025 yang berujung kerusuhan dan penjarahan rumah pejabat, termasuk kediaman Sri Mulyani di Bintaro, Tangerang Selatan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan keputusan ini bukan karena pengunduran diri atau pemakzulan, melainkan hak prerogatif kepala negara setelah evaluasi menyeluruh terhadap formasi Kabinet Merah Putih4. Spekulasi mengemuka bahwa reshuffle didorong tiga dimensi: teknokratis, yuridis, dan politis.
Isu dan Kontroversi yang Beredar

Sejumlah isu gelap ikut mewarnai pencopotan ini. Pertama, kabar skandal Bank Century kembali mencuat sebagai tudingan lama terhadap kepemimpinan Sri Mulyani. Kedua, pembengkakan utang negara menjadi kambing hitam para demonstran yang menuntut keadilan fiskal. Ketiga, beredarnya video deepfake yang menampilkan Sri Mulyani dalam pernyataan kontroversial sempat memicu polemik di media sosial sebelum akhirnya dibantah timnya. Isu-isu ini, meski belum terverifikasi sepenuhnya, memperkeruh atmosfer politik dan membuat publik kian terpecah.
Respons dan Pro Kontra Publik Mentri Andalan Digantikan Purbaya Yudhi
Netizen terbelah dua: sebagian menyesalkan peralihan figur menteri andalan, sebagian lain berharap figur baru membawa angin segar. Di kolom komentar unggahan @infipop.id, warganet bertanya, “Diganti siapa?” dan “Semoga penggantinya amanah”. Sementara itu, sebagian mendukung langkah Presiden menepikan “status quo,” berharap kebijakan fiskal lebih pro-rakyat. Demonstrasi berlanjut secara sporadis, menuntut transparansi lebih besar dalam reshuffle. Respon dan pro kontra publik bisa diulas semua nya di berita poplar di indonesia.
Purbaya Yudhi Gejolak Pasar Keuangan Pasti Terjadi
Kabar reshuffle langsung mengguncang pasar. Bursa Efek Jakarta sempat terkoreksi hingga 1,2 persen, sementara nilai tukar rupiah melemah sekitar satu persen sebelum Bank Indonesia turun tangan menstabilkan. Investor mempertanyakan arah kebijakan fiskal ke depan, serta kemampuan pengganti Sri Mulyani dalam mempertahankan disiplin anggaran dan iklim investasi. Kestabilan makro dianggap terancam selama masa transisi, menambah tekanan pada perekonomian domestik.
Siapa Purbaya Yudhi Sadewa?
Purbaya Yudhi Sadewa, pengganti Sri Mulyani, dikenal sebagai ekonom karier yang pernah memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dalam reshuffle, jabatan baru ini diamanatkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 86/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029. Rekam jejak Purbaya di bidang stabilitas perbankan dan proteksi simpanan menjadi pertimbangan utama, meski ia belum memiliki pengalaman menangani fiskal negara secara luas.
Implikasi Terhadap Kebijakan Fiskal

Kehadiran Purbaya diyakini memberi sinyal perubahan wajah kebijakan ekonomi. Penekanan diperkirakan akan bergeser ke penguatan sektor perbankan dan penjaminan simpanan, serta restrukturisasi utang. Spekulasi beredar bahwa ia akan meneruskan program tax reform, namun dengan pendekatan “soft” untuk meredam protes. Beberapa pengamat menilai reshuffle ini bertujuan meredam gejolak publik sekaligus menyegarkan tim ekonomi agar lebih tangkas merespons krisis sosial-ekonomi.
Tugas Berat dan Harapan Publik
Penggantian Sri Mulyani bukan sekadar pergantian nama, melainkan ujian besar bagi pemerintahan Prabowo Subianto. Purbaya harus membuktikan diri cepat beradaptasi, menjaga kepercayaan investor, dan meredam tuntutan demonstran tanpa mengabaikan disiplin fiskal. Publik akan menuntut bukti nyata—dari optimalisasi anggaran hingga keadilan perpajakan. Sementara itu, barisan menteri lain diharapkan saling berkoordinasi agar kontraksi politik tidak berujung pada kemunduran ekonomi.
Kesimpulan: Gejolak dan Harapan Baru
Perombakan kursi Menteri Keuangan menjadi momen krusial dalam perjalanan Kabinet Merah Putih. Di satu sisi, Sri Mulyani meninggalkan warisan reformasi fiskal yang masif; di sisi lain, Purbaya Yudhi Sadewa memikul tanggung jawab untuk mentransformasikan sistem fiskal agar lebih responsif terhadap aspirasi rakyat. Isu-isu yang beredar—mulai dari skandal lama hingga demonstrasi—menjadi pengingat bahwa kebijakan ekonomi bukan hanya persoalan angka, tetapi soal kepercayaan publik. Dalam dinamika ini, langkah selanjutnya Presiden dan penggantinya akan ditakar bukan hanya dari stabilitas makro, tetapi dari kesinambungan harapan rakyat.
Kesinambungan lainnya : 5 Ribu Barang Haram Disita Operasi Senyap Polda Sumut: Jaringan Narkoba Gulung Tikar