JAKARTA, 20CARD.COM – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, resmi membuka perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/1/2025), menandai dimulainya aktivitas perdagangan pasar modal di tahun baru. Acara ini berlangsung di Gedung BEI, kawasan SCBD, Jakarta, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di sektor keuangan.
Semula, pembukaan perdagangan tahun ini direncanakan akan dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Namun, atas beberapa pertimbangan, kehadiran Presiden diwakili oleh Menteri Keuangan. “Pembukaan perdagangan BEI tahun 2025 oleh Presiden Republik Indonesia, yang diwakili oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia,” demikian tertulis dalam susunan acara.
Dihadiri Tokoh-Tokoh Penting Keuangan
Selain Sri Mulyani, acara pembukaan perdagangan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi yang memiliki peran penting dalam stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti:
- Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI)
- Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
- Iman Rachman, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI)
Dalam sambutannya, Sri Mulyani menyampaikan optimisme pemerintah terhadap stabilitas ekonomi Indonesia di tahun 2025. “Kami percaya bahwa pasar modal Indonesia akan terus menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Sri Mulyani.
Sorotan dan Harapan di Tahun 2025
Tahun 2025 diprediksi menjadi tahun yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi pasar modal Indonesia. Seiring dengan pemulihan ekonomi global pasca-pandemi dan dinamika geopolitik, Sri Mulyani menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor melalui kebijakan fiskal yang tepat.
Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan bahwa stabilitas moneter tetap menjadi fokus utama Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. “Kami akan terus memastikan inflasi terkendali dan nilai tukar rupiah tetap stabil, sehingga pasar modal kita memiliki fondasi yang kokoh,” ujar Perry.
Sementara itu, Mahendra Siregar, Ketua OJK, mengungkapkan bahwa regulator akan terus memperkuat tata kelola dan perlindungan investor untuk mendukung pertumbuhan pasar modal. “Kami optimis dengan potensi pasar modal Indonesia, khususnya dengan peningkatan minat investor ritel yang terus bertumbuh,” kata Mahendra.
Statistik Pasar dan Tren 2024
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, dalam kesempatan yang sama, memaparkan pencapaian Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2024. Beberapa poin penting yang menjadi sorotan adalah:
- Jumlah investor meningkat hingga 12 juta, didorong oleh penetrasi digitalisasi dan kampanye literasi keuangan.
- Jumlah IPO mencapai rekor tertinggi dengan 60 perusahaan baru yang melantai di bursa.
- IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) ditutup di level 7.220 pada akhir 2024, mencatat kenaikan sebesar 10 persen dari awal tahun.
“Kami berharap tren positif ini berlanjut di tahun 2025. Pasar modal Indonesia memiliki daya tarik besar, baik dari sisi fundamental maupun peluang pertumbuhan,” ujar Iman.
Pesan Khusus untuk Investor
Dalam penutup sambutannya, Sri Mulyani mengajak seluruh pelaku pasar untuk terus berpartisipasi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi yang cerdas dan bertanggung jawab. “Pasar modal adalah cerminan dari semangat ekonomi bangsa. Mari kita jaga kepercayaan ini bersama-sama,” ungkapnya.
Presiden Prabowo Subianto, meski tidak hadir, menyampaikan pesan khusus melalui rekaman video yang diputarkan dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa stabilitas pasar modal merupakan salah satu prioritas utama pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Kesimpulan: Awal yang Positif untuk Pasar Modal Indonesia
Pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia di awal tahun 2025 menjadi momen penting yang memperkuat komitmen pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia. Dengan kehadiran tokoh-tokoh penting di sektor keuangan, diharapkan tahun 2025 menjadi tahun yang penuh peluang dan keberlanjutan.