20card – Selama beberapa tahun terakhir, K-Drama seolah menjadi raja di dunia streaming. Hampir setiap bulan selalu ada drama Korea baru yang viral, mulai dari genre romantis, thriller, hingga survival. Nama-nama seperti Squid Game, The Glory, Queen of Tears, When Life Gives You Tangerines, hingga Weak Hero Class sukses mencetak jutaan penonton di berbagai negara.
Namun belakangan muncul fenomena menarik. Di berbagai platform media sosial, terutama TikTok, YouTube, dan X, pembahasan mengenai C-Drama atau drama China semakin ramai. Bahkan tidak sedikit penonton yang mengaku mulai beralih dari K-Drama ke C-Drama karena jalan cerita yang dianggap lebih segar, episode lebih banyak, dan pilihan genre yang semakin beragam.
Lalu, benarkah drama Korea yang selama ini mendominasi Netflix mulai kalah dari C-Drama?
Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu.
Squid Game Masih Sulit Digeser
Kalau berbicara soal angka penonton Netflix secara global, Squid Game masih menjadi drama Korea paling sukses sepanjang sejarah platform tersebut.
Musim pertama mencetak lebih dari 265 juta views dalam periode penghitungan Netflix, menjadikannya serial non-Inggris paling sukses sepanjang masa. Musim kedua dan ketiga juga langsung masuk jajaran serial dengan jumlah penonton terbesar hanya dalam hitungan minggu setelah dirilis.
Selain Squid Game, drama seperti The Glory, Queen of Tears, When Life Gives You Tangerines, The Trauma Code, hingga Weak Hero juga berhasil masuk daftar serial Korea dengan performa terbaik di Netflix.
Artinya, jika hanya melihat data Netflix global, K-Drama masih berada di posisi yang sangat kuat.
Lalu Kenapa Banyak yang Bilang C-Drama Sudah Menang?
Perubahan sebenarnya lebih terlihat dari perilaku penonton.
Beberapa tahun lalu, hampir semua drama Asia yang viral berasal dari Korea Selatan. Sekarang kondisinya mulai berbeda.
Drama China mulai menghasilkan banyak judul yang sukses secara internasional seperti The Double, Blossom, Hidden Love, Love Between Fairy and Devil, The Story of Kunning Palace, Joy of Life, hingga The First Frost.
Menariknya lagi, sebagian besar drama tersebut viral bukan karena promosi besar-besaran, tetapi karena rekomendasi antarpenonton di media sosial.
Fenomena ini membuat banyak orang merasa C-Drama sedang “menggeser” dominasi K-Drama, meski secara angka global Netflix K-Drama masih unggul.
Episode Panjang Justru Jadi Kelebihan C-Drama
Salah satu alasan banyak penonton mulai menyukai drama China adalah jumlah episodenya.
Kalau drama Korea rata-rata hanya memiliki 12 sampai 16 episode, C-Drama bisa mencapai 30 bahkan 40 episode.
Bagi sebagian orang, durasi panjang ini justru menjadi nilai tambah karena perkembangan karakter terasa lebih lengkap.
Hubungan antar tokoh dibangun secara perlahan sehingga penonton merasa lebih terikat dengan cerita.
Meski ada juga yang menganggap jumlah episode terlalu panjang, ternyata tidak sedikit penonton yang justru menyukai format tersebut.
Genre Fantasi China Sulit Ditandingi
Kalau Korea dikenal lewat drama romantis dan thriller, China memiliki kekuatan besar di genre fantasi dan sejarah.
Genre seperti Xianxia, Wuxia, hingga drama kerajaan memiliki basis penggemar yang sangat besar.
Efek visual yang semakin bagus membuat banyak C-Drama terlihat seperti film layar lebar.
Drama seperti Love Between Fairy and Devil menjadi contoh bagaimana produksi China berhasil menarik penonton global melalui kombinasi visual, cerita, dan chemistry pemain.
Genre seperti ini relatif jarang diproduksi Korea dalam skala yang sama.
Algoritma TikTok Ikut Mengubah Selera Penonton
Perubahan besar lainnya datang dari media sosial.
Saat ini potongan adegan berdurasi satu menit bisa membuat jutaan orang penasaran untuk menonton sebuah drama.
TikTok menjadi “mesin promosi” gratis yang sangat efektif.
Banyak C-Drama viral justru berawal dari cuplikan romantis atau adegan emosional yang tersebar luas.
Akibatnya, penonton yang sebelumnya hanya mengikuti drama Korea mulai mencoba drama China.
Fenomena ini membuat popularitas C-Drama meningkat sangat cepat dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
Netflix Masih Mengandalkan Korea
Meski popularitas C-Drama meningkat, Netflix sendiri masih menjadikan Korea Selatan sebagai salah satu pusat produksi terbesar di Asia.
Perusahaan tersebut terus menginvestasikan dana miliaran dolar untuk memproduksi serial Korea baru karena terbukti mampu menarik pelanggan global.
Setiap tahun puluhan judul K-Drama baru dirilis langsung di Netflix, mulai dari drama romantis, kriminal, aksi, hingga fiksi ilmiah.
Hal ini menunjukkan bahwa Netflix masih melihat Korea sebagai salah satu pasar konten terpenting.
Perbandingan K-Drama dan C-Drama
| Aspek | K-Drama | C-Drama |
|---|---|---|
| Rata-rata episode | 12–16 | 24–40 |
| Genre unggulan | Romance, Thriller, Crime | Fantasy, Historical, Romance |
| Produksi | Sangat sinematik | Semakin besar dengan CGI modern |
| Durasi per episode | 60–80 menit | 35–50 menit |
| Viral di media sosial | Sangat tinggi | Meningkat pesat sejak 2023 |
| Dominasi Netflix | Sangat kuat | Masih terbatas dibanding K-Drama |
Jadi, Benarkah K-Drama Sudah Kalah?
Kalau melihat data resmi Netflix, jawabannya belum.
Drama Korea masih mendominasi daftar serial non-Inggris paling banyak ditonton sepanjang sejarah platform tersebut. Squid Game bahkan masih menjadi pemegang rekor global yang sulit dikejar.
Namun jika melihat tren penonton, terutama di Asia Tenggara dan media sosial, C-Drama memang sedang menikmati pertumbuhan yang sangat cepat.
Semakin banyak penonton yang mulai memberikan kesempatan kepada drama China karena kualitas produksinya meningkat drastis dibanding beberapa tahun lalu.
Bahkan komunitas penggemar drama Asia kini tidak lagi hanya membahas drama Korea, tetapi juga rutin mengikuti rilis drama terbaru dari China.
Perubahan ini menunjukkan bahwa persaingan industri hiburan Asia semakin ketat. Korea Selatan masih menjadi pemimpin dalam hal popularitas global di Netflix berkat judul-judul fenomenal seperti Squid Game dan deretan serial original lainnya. Namun di sisi lain, China berhasil mempersempit jarak dengan menghadirkan drama berkualitas yang mampu menarik jutaan penonton melalui media sosial dan platform streaming. Alih-alih saling menggantikan, K-Drama dan C-Drama kini justru menjadi dua kekuatan besar yang membuat pilihan tontonan penikmat drama Asia semakin beragam.
Referensi
- Netflix Top 10 & What’s on Netflix – Data performa K-Drama di Netflix: https://www.whats-on-netflix.com/news/most-watched-k-dramas-on-netflix-in-2025-so-far/
- TIME – The Netflix Korean Dramas to Look Out For in 2025: https://time.com/7212723/korean-dramas-2025-netflix/
- GamesRadar – Squid Game Season 3 breaks another Netflix record: https://www.gamesradar.com/


