Ringkasan: Trofi Piala Dunia FIFA terbuat dari emas 18 karat dan ditaksir media Indonesia bernilai Rp359,7 miliar. Hanya juara dunia dan kepala negara yang sedang menjabat yang boleh menyentuhnya langsung tanpa sarung tangan — semua orang lain wajib pakai sarung tangan putih atau dilarang menyentuh sama sekali.
🔖 Simpan artikel ini — diperbarui setiap hari mengikuti momentum Piala Dunia 2026.
Apa itu Trofi Piala Dunia FIFA?

Trofi Piala Dunia FIFA adalah penghargaan emas yang diberikan kepada negara juara Piala Dunia sepak bola putra setiap empat tahun sekali. Trofi yang dipakai sekarang dirancang pematung Italia Silvio Gazzaniga, pertama kali diserahkan pada 1974, dan menggantikan Trofi Jules Rimet yang hilang dicuri pada 1983.
Mengapa Aturan Sentuh Trofi Ini Penting di 2026?

Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara dan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko membuat trofi asli kembali jadi sorotan publik global, termasuk di Indonesia. Menurut regulasi FIFA, hanya dua kelompok yang diperbolehkan memegang langsung trofi emas tersebut: pemain dan pelatih yang berhasil menjuarai Piala Dunia, serta kepala negara yang sedang menjabat — termasuk presiden, perdana menteri, atau raja. Selain dua kelompok ini, tamu selebritas, petugas stadion, hingga delegasi FIFA wajib menggunakan sarung tangan putih atau bahkan tidak diperkenankan menyentuh trofi sama sekali.
Aturan ini bukan sekadar formalitas seremonial. Pembatasan dilakukan untuk menjaga keaslian dan kondisi trofi, mengingat benda ini akan terus dipakai untuk setiap edisi Piala Dunia berikutnya — bukan dibawa pulang permanen oleh negara pemenang. FIFA bahkan menyimpan trofi asli secara permanen di FIFA World Football Museum, Zurich, Swiss, dan hanya mengeluarkannya untuk acara tertentu seperti tur resmi FIFA dan seremoni penyerahan juara dunia.
Dari Mana Asal Trofi Ini? Sejarah Singkat Jules Rimet ke Gazzaniga

Cerita trofi Piala Dunia sebenarnya dimulai jauh sebelum versi emas yang kita kenal sekarang. Pada Piala Dunia pertama di Uruguay tahun 1930, trofi yang diperebutkan bernama Victory, karya pematung Prancis Abel Lafleur — terbuat dari perak sterling berlapis emas dengan alas batu lapis lazuli, menggambarkan Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani. Pada 1946, namanya diubah menjadi Trofi Jules Rimet untuk menghormati Presiden FIFA yang menginisiasi turnamen ini.
Trofi Jules Rimet punya sejarah yang penuh drama. Saat Perang Dunia II, wakil presiden FIFA asal Italia, Ottorino Barassi, diam-diam menyembunyikan trofi ini di dalam kotak sepatu di bawah tempat tidurnya di Roma agar tidak dijarah pasukan Nazi. Pada 1966, menjelang Piala Dunia di Inggris, trofi ini dicuri saat dipamerkan di Westminster Central Hall, London — dan baru ditemukan seminggu kemudian oleh seekor anjing bernama Pickles, yang menemukannya terkubur di bawah pagar tanaman di selatan London.
Sesuai aturan FIFA saat itu, negara yang menjuarai Piala Dunia tiga kali berhak memiliki trofi secara permanen. Brasil mencapai itu pada 1970 dan membawa Jules Rimet pulang untuk selamanya. Namun pada 19 Desember 1983, trofi itu dicuri dari markas Konfederasi Sepak Bola Brasil di Rio de Janeiro dan diduga kuat dilebur menjadi batangan emas oleh para pencuri — hingga kini tidak pernah ditemukan.
Kehilangan ini memaksa FIFA merancang trofi pengganti menjelang Piala Dunia 1974. FIFA menggelar sayembara desain yang diikuti seniman dari tujuh negara dengan sekitar 53 proposal masuk. Rancangan pematung Italia Silvio Gazzaniga akhirnya terpilih sebagai pemenang tunggal, dan trofi ini diproduksi oleh pengrajin di Stabilimento Artistico Bertoni, Milan, Italia. Jerman Barat menjadi negara pertama yang mengangkat trofi baru ini setelah menjuarai Piala Dunia 1974.
Makna di Balik Desain Trofi Piala Dunia

Gazzaniga menjelaskan filosofi karyanya sendiri: ia ingin menciptakan simbol universal yang berkaitan dengan olahraga dan keharmonisan dunia, terinspirasi dari dua citra fundamental — atlet yang menang dan bumi itu sendiri. Desain trofi menampilkan dua figur atlet yang mengangkat bola dunia, dengan garis spiral yang menanjak dari dasar trofi melambangkan dinamika dan budaya sepak bola yang terus berkembang. Bagian bola di puncak trofi diukir relief yang merepresentasikan benua-benua di bumi. Tidak ada bendera, lambang, atau referensi ke satu negara tertentu pada trofi ini — desainnya benar-benar netral dan universal.
Berkat karyanya ini, Gazzaniga dijuluki “Il Papa della Coppa del Mondo” atau “Sang Ayah Trofi Piala Dunia”. Ia juga merancang Piala UEFA dan Piala Super UEFA, sehingga dikenal sebagai “Mr Cups” di dunia desain trofi olahraga. Gazzaniga meninggal pada 2016 di usia 95 tahun.
Spesifikasi Fisik dan Nilai Trofi Piala Dunia

Trofi Piala Dunia memiliki tinggi sekitar 36–36,8 sentimeter dengan diameter dasar sekitar 13 sentimeter. Material utamanya adalah emas murni 18 karat — artinya sekitar 75% kandungan emas — dengan berat total bervariasi antara sumber, berkisar 6,1 hingga 6,175 kilogram. Bagian dasarnya dilapisi dua cincin konsentris dari batu malachite berwarna hijau, yang juga menjadi tempat mengukir nama-nama negara juara sejak 1974. Bagian dalam trofi sengaja dibuat berlubang (hollow) agar tidak terlalu berat saat diangkat oleh kapten tim juara.
Soal nilai, berbagai sumber memberikan estimasi yang berbeda — wajar karena metode penilaiannya berbeda. Media olahraga Indonesia seperti Liputan6 dan Bola.com menaksir nilai trofi mencapai Rp359,7 miliar. Sumber internasional seperti Goal.com menyebut nilai sekitar US$20 juta, sementara biaya produksi materialnya saja diperkirakan jauh lebih rendah, di kisaran US$50.000 hingga US$713.000 tergantung harga emas saat itu. Perbedaan angka ini mencerminkan bahwa sebagian besar nilai trofi berasal dari aura sejarah dan simboliknya, bukan semata harga logam.
Sebagai pembanding skala, hadiah termahal dalam olahraga Amerika Serikat yaitu Piala Stanley dilaporkan bernilai sekitar US$23.000 — jauh di bawah trofi Piala Dunia dalam estimasi manapun yang dipakai.
Mengapa Juara Tidak Membawa Pulang Trofi Asli?
Banyak orang mengira tim juara membawa pulang trofi emas asli secara permanen seperti Brasil dengan Jules Rimet dulu. Faktanya, sejak insiden pencurian 1983, FIFA mengubah aturan secara permanen. Negara pemenang Piala Dunia saat ini hanya diperbolehkan memegang trofi asli pada saat seremoni dan masa perayaan tertentu, sebelum trofi dikembalikan ke pengawasan FIFA. Sebagai gantinya, tim juara menerima replika resmi berlapis emas — bukan emas murni seperti aslinya — sebagai kenang-kenangan permanen.
Kebijakan ini murni soal keamanan. Trofi asli terlalu berharga dan terlalu berisiko untuk dipindahtangankan secara bebas ke negara mana pun selama empat tahun penuh. Salah satu replika resmi trofi pernah diberikan secara khusus kepada Nelson Mandela menjelang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan sebagai bentuk penghormatan.
Meski trofi utama tidak dibawa pulang, setiap pemain individu dan anggota staf kunci tim juara tetap mendapat medali emas masing-masing — jadi mereka tetap “membawa emas” pulang secara pribadi.
Top 10 Fakta Trofi Piala Dunia yang Jarang Diketahui
- Bukan emas dari ujung ke ujung — bagian dasar trofi dilapisi lempengan batu malachite berwarna hijau, bukan logam mulia, dan bagian dalamnya berlubang agar tidak terlalu berat.
- Juara tidak membawa trofi asli pulang — pemenang hanya memegang trofi asli saat seremoni, lalu menerima replika berlapis emas sebagai kenang-kenangan.
- 53 desain disaring jadi satu — FIFA menerima sekitar 53 proposal dari seniman tujuh negara sebelum memilih karya Silvio Gazzaniga menjelang Piala Dunia 1974.
- Hanya 8 negara pernah menyentuhnya sebagai juara — Brasil memegang rekor lima gelar, disusul Jerman dan Italia dengan masing-masing empat gelar.
- Lokasi penyimpanan permanen diketahui publik — trofi asli disimpan di FIFA World Football Museum, Zurich, Swiss, dan hanya dikeluarkan untuk acara resmi tertentu.
- Trofi pendahulunya hilang selamanya — Trofi Jules Rimet yang dipegang permanen oleh Brasil sejak 1970 dicuri pada 1983 dan diduga dilebur menjadi batangan emas.
- Pernah diselamatkan dari Nazi dengan kotak sepatu — selama Perang Dunia II, Trofi Jules Rimet disembunyikan di bawah tempat tidur pejabat FIFA asal Italia agar tidak dirampas Nazi.
- Pernah ditemukan oleh seekor anjing — saat dicuri di London tahun 1966, Trofi Jules Rimet ditemukan kembali seminggu kemudian oleh anjing bernama Pickles.
- Ruang ukir nama juara terbatas — bagian dasar trofi untuk mengukir nama negara juara hanya dirancang cukup sampai sekitar Piala Dunia 2038, sehingga sempat diperluas pada 2014.
- Pemain individu tetap pulang dengan emas — meski trofi utama tidak dibawa pulang, setiap pemain dan staf kunci tim juara tetap menerima medali emas masing-masing.
Siapa Saja yang Boleh Memegang Trofi Tanpa Sarung Tangan? — Penjelasan Lengkap

- Pemain dan pelatih juara Piala Dunia — kelompok ini mendapat hak istimewa mengangkat dan memegang trofi langsung di momen perayaan kemenangan di lapangan, seperti yang dilakukan legenda-legenda dunia mulai dari Pele, Diego Maradona, hingga Lionel Messi di edisi-edisi terakhir.
- Kepala negara yang sedang menjabat — presiden, perdana menteri, atau raja yang menghadiri seremoni final berhak menyentuh trofi tanpa pelindung tangan.
- Semua pihak lain wajib bersarung tangan — termasuk selebritas tamu, petugas stadion, hingga delegasi FIFA sendiri, sesuai aturan yang berlaku konsisten di setiap edisi turnamen.
FAQ — Trofi Piala Dunia
Berapa nilai trofi Piala Dunia FIFA?
Media Indonesia menaksir nilai trofi sekitar Rp359,7 miliar, sementara sumber internasional menyebut sekitar US$20 juta — perbedaan ini muncul karena sebagian besar nilainya berasal dari aura sejarah, bukan semata harga emas.
Siapa saja yang boleh memegang trofi Piala Dunia tanpa sarung tangan?
Hanya dua kelompok: 1) pemain dan pelatih yang menjuarai Piala Dunia, 2) kepala negara yang sedang menjabat seperti presiden, perdana menteri, atau raja.
Apakah negara juara membawa pulang trofi asli?
Tidak. Negara juara hanya menyimpan trofi asli sampai turnamen berikutnya, lalu menerima replika berlapis emas sebagai kenang-kenangan permanen.
Trofi Piala Dunia terbuat dari apa?
Trofi terbuat dari emas murni 18 karat (sekitar 75% kandungan emas) dengan dasar dua cincin batu malachite hijau, tinggi sekitar 36,8 sentimeter dan berat sekitar 6,1–6,175 kilogram.
Siapa yang merancang trofi Piala Dunia yang sekarang?
Trofi ini dirancang oleh pematung Italia Silvio Gazzaniga pada 1974, menggantikan Trofi Jules Rimet yang hilang dicuri pada 1983, dan diproduksi oleh Stabilimento Artistico Bertoni di Milan.
Di mana trofi asli Piala Dunia disimpan?
Trofi asli disimpan secara permanen di FIFA World Football Museum, Zurich, Swiss, dan hanya dikeluarkan untuk acara resmi seperti tur FIFA dan seremoni penyerahan juara.
Diverifikasi dari sumber media olahraga nasional (Liputan6, Bola.com, RRI.co.id, Bisnis.com) dan internasional (Goal.com, Wikipedia ID/EN).


